Kamis, 08 Januari 2009

26 Desember . . .

Ketegaranku sedang diuji
Kesedihan menggempur jiwa
ketika pekatnya malam beranjak pagi
Rasa sesak memenuhi rongga dada
seiring hujan yang tumpah ruah
air matapun pelan bergulir lara
mengenang kembali orang tercinta
yang telah pergi meninggalkan luka

Hari ini. . . empat tahun sudah
hari dimana lebih dari dua ratus ribu jiwa
pergi tinggalkan para kekasih tercinta
ibu, ayah, anak, suami, istri dan saudara
hari dimana mimpi-mimpi diporak porandakan
disapu ombak yang bergulung oleh laut yang marah
disapu tsunami yang tak pandang belas kasihan
hari dimana negeri menjadi hujan air mata

Hari ini. . . 26 Desember 2008
empat tahun sudah kita berpisah
kepiluan yang terkurung dalam dada
hari ini kembali mengoyak dinding jiwa
hari ini kusujud padamu ya Allah...
kumohonkan yang terbaik untuk mereka
khususon ananda dan kekasih tercinta
yang telah damai dialam sana

smoga kalian tahu dan mengerti
wajah-wajah yang terbingkai cinta
hingga detik inipun kumasih merindu
dalam setiap doa yang terucap
dan setiap nafas yang terhembus
saat ini kubingkai kata seindah puisi
kukemas doa berbalut kasih sayang
untuk istri dan anakku...hadiah terindah
yang pernah hadir dalam hidupku


by : mentari
untuk ayah Fadhil di Aceh
"Semangat ya Ayah!!, ini buat ayah"


3 komentar:

  1. Woiiii tari, cepat-cepat diobatin tu lukanya, ntar tanpa parah lo...

    BalasHapus
  2. bang olenx..uhm..kayakx salah nempatin komen deh.. hakakakka....ni husus buat ayah aku yg di aceh.. ttg tsunam yg merenggut istri dan anaknya..

    BalasHapus

GOD BLESS U buat anda yg sudah sharing dengan mentari

 
Dear Diary Blogger Template