Minggu, 12 Juli 2009

Selamat Tidur Sayang

Sinar mata itu masih seperti dulu
Memancarkan cahaya bintang berpijar
Sorot mata yang sma terpancar pada buah hatiku
Tak redup walau lelah rasakan getirnya hidup

Senyum rembulan itu masih tersungging dibibirnya
Walau kutahu terkadang maknanya letih… terkadang bias…
Tuk tutupi semua rasa dan degup cemas didadanya
Tuk hentikan aliran air yang menetes di sudut matanya

Tanganya masih selembut kasihnya. . . .
Tangan yang membelai halus ketika amarah hendak meluah
Tangan yang hangat menggenggam ketika hatiku dingin membeku
Tangan yang mesra menyapa ketika kudiam membisu

Trimakasih cinta. . . .
Telah kau hadiahkan untukku mahluk-mahluk mungil yang indah
Telah kau berikan seluruh hidupmu untuku dan buah hatiku
Telah kau goreskan keindahan yang tak kumengerti dijiwaku

Malam ini . . .ingin kucurahkan rasa. .
Ingin kutumpahkan kerinduanku , hilangkan keegoanku
Menatapmu penuh seluruh, Menyelami indahnya jiwamu
Mengecup keningmu, menyelimutimu dan . . . “selamat tidur sayang”

Didedikasikan buat : para Suami2 dan boleh dipersembahkan untuk istri tercinta.

7 komentar:

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Selamat comeback mbak,....
Akan kupersembahkan puisi indah ini buat sang isteri tercinta.

Dj Tri mengatakan...

Puisinya bagussssssss...

BeeMouNTaiN mengatakan...

jiahhhhh..kok buat suami sih?? kasian yg blm married mbak..

Mentari mengatakan...

@ bang Setiawan : makasih untuk respon baiknya..hehehe...

@ Dj Tri : makasiiiiiiiiiiiih... :))

@ BeeMountain : pan yg buat jomblower dah banyak bgt...sekali2 ngalah..buat yg dh tuwir hakakakak

dewi alias mia mengatakan...

tari gue kan belum maried..gimana dong??? tapi puisinya beautipull bangett deh..top lah..

Mentari mengatakan...

@ dewi : yaudah wii..ntar aza baca puisinya..pas udah merid..makanya lo cepetan merid..trus...10 th kemudian..suami lo suruh baca ne postingan yak hehehehe....

Ghufron Purnama Putra mengatakan...

aduh kak mentari ..
so sweet bgt puisinya ... :)