Senin, 10 April 2017

HAI PARA SUAMI


Seringkali terjadi sebuah rumah tangga yang tadinya harmonis, bahwa pada awalnya mereka saling mencintai, namun lama kelamaan mereka seperti hidup bersama dengan orang asing. Karena kesibukan dan ketidaktahuan berkomunikasi. Dan tidak mengerti kebutuhan istri untuk bicara dan didengarkan, itula kenapa orang sering bilang indahnya Rumah tangga hanya di 3 bulan pertama, selebihnya itu ujian saudara-saudara.
Untuk para suami wajib membaca tulisan ini :
Dalam buku  The Female Brain,  psikiater Louann Brizendine mengutarakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, wanita bicara lebih banyak dari laki-laki. Rata-rata wanita berbicara 20 ribu kata per hari, sementara laki-laki hanya 7 ribu kata.
1.      Desain Penghubung otak kiri dan kanan wanita Lebih besar daripada laki-laki

Sudah populer anggapan bahwa memahami otak dengan mudah dapat dilakukan dengan membagi menjadi otak kiri dan otak kanan. Namun yang jarang dibahas adalah kedua sisi otak tersebut memiliki penghubung bernama corpus callosum. Umumnya pada wanita 3 kali lebih besar daripada laki-laki
Akibatnya, wanita mampu memproses lebih banyak hal dalam waktu bersamaan, alias multitasking. Pada saat berasamaan wanita bisa mencuci baju sambil memandikan anak, memasak, membuat sarapan, memikirkan keperluan anak sambil bikin status di facebook.
Karena Ukuran corpus callosum pria yang lebih kecil membuat gender ini lebih mudah fokus pada satu pekerjaan. Namun kekurangannya adalah pria menjadi lebih mudah mengabaikan banyak hal. Misalnya saat sedang menonton smackdown, diajak bicara tetapi matanya tetap fokus ke Televisi. Dan ujung-ujungnya istri baper, mewek dan merasa diabaikan hanya karena sebuah tontonan “aneh” menurut si istri. Sedangkan menurut suami istri sedang mengganggu konsentrasinya dengan pembicaraan yang tidak begitu penting. Sedangkan tontonan ini tidak setiap hari ditayangkan.
So jadi pemandangan umum mengapa istri menjadi 3 kali lebih cerewet daripada sang suami, itu ilmiah! sedangkan jika suami lebih cerewet dari pada istri berarti itu fenomena aneh. Dan perlu dikaji lebih lanjut. Catatan pentingnya: Berbicara adalah kebutuhan yang sangat penting bagi para istri. Suami harus ikhlas dan rela untuk mendengarkan segala curhatan, keluhan dan pemikiran-pemikiran sang istri.
2.      Oksitosin, Hormon yang menentukan kebahagiaan wanita
Selain butuh berbicara lebih banyak, wanita juga lebih butuh untuk merasa didengarkan. Di dalam tubuh wanita terdapat hormon oksitosin. Hormon oksitosin berfungsi untuk membuat istri merasa bahagia.Hormon oksitosin aktif saat terhubung dengan orang lain. Misalnya saat sedang mengobrol, berjabat tangan, atau dipeluk. Segala hal yang membuat istri merasa didengarkan dan bersentuhan secara nyaman dengan suami akan merangsang hormon oksitosin. Itulah kenapa ada hasil penelitian wanita yang sering dipeluk akan langsing dengan alami, jadi jika suami pengen ngirit gak perlu istri buang duit banyak hanya untuk beli obat diet, sering-sering peluk istrinya. Hemat kaan? Cuman butuh niat dan kemauan.
Semakin sedikit hormon oksitosin ini ada dalam tubuh wanita, ia akan semakin butuh untuk didengarkan. Jika wanita kekurangan oksitosin, ia akan banyak mengeluh dan mengomel. Jadi jika istri anda cerewet dan sering ngomel sebenarnya mudah saja obatnya segera peluk dia dan ajak bicara dari hati ke hati. Usahakan benar- benar mendengarkannya secara fokus sembari memegang tangannya atau memeluk tubuhnya. Itu adalah obat mujarab dari segala obat yang pernah ditawarkan para salesmen manapun.
Banyak suami yang merasa sudah cukup mendengarkan tetapi sang istri masih merasa belum didengarkan, itu artinya ilmu mendengarkan suami masih belum profesional. Bahkan suami terkesan cuek mendengarkan sambil mengerjakan hal-hal lainnya. Itu tidak benar wahai pak Su. Walaupun kalian bosan dengan keluhan dan cerita yang sama anggaplah anda sedang mendengarkan hal yang sungguh excited untuk pertamakalinya. Sebagaimana anda sedang mendengarkan sebuah gagasan project yang menguntungkan.
Kenapa tidak? Toh jika istri bahagia, ia akan berbuat apapun untuk suaminya. Pekerjaan dapur,sumur dan kasurnya semua akan terasa ringan dan menyenangkan. Karena selalu ada suami yang siap mendengarkan. Artinya anda sedang menanamkan sebuah investasi syurga dunia di rumah anda.
Dalam dunia istri, mendengarkan harus disertai dengan kontak mata dan postur tubuh yang menunjukkan active listening. Bagi istri, mendengarkan itu tidak bisa disambi. Kalau disambi, istri akan tersinggung karena merasa lawan bicaranya tidak peduli pada perasaannya. Seberapa pentingnyakah merasa didengarkan bagi sang istri? Merasa didengarkan itu menghasilkan kebahagiaan yang sama besarnya dengan orgasme. Brizendine menuliskan. Jadi sering-seringlah membuat orgasme istri tercintamu. Sehingga dia akan selalu terlihat awet muda.
Karena jika tidak, ia akan mengalami frustasi dan kekecewaan yang mendalam sehingga terkadang membuat pelarian2 kecil seperti lebiha aktif diluar, kongkow-kongkow dengan geng wanitanya, lebih aktif di medsos dan lebih ekstrim lagi dia bisa jatuh cinta pada laki-laki lain yang mau mendengarkannya. So berhati-hatilah suami.
“Terhubung melalui berbicara mengaktifkan pusat kesenangan dalam otak wanita. Berbagi rahasia yang berbau romantis lebih mengaktifkan pusat kesenangan itu lagi. Kita tidak membicarakan kesenangan yang sedikit. “Kesenangan ini sangat besar. (Berbicara dan merasa didengarkan) menghasilkan oksitosin yang sangat banyak, bahkan menjadi rangsangan otak terbesar yang bisa kamu dapat di luar orgasme."
Lalu pertanyaannya, mengapa kebanyakan Suami tidak menyadari kebutuhan wanita untuk merasa didengarkan? Catatan pentingnya adalah : wanita butuh untuk merasa didengarkan, yakni dengan perhatian yang penuh, fokus, dan tidak terbagi.
3.      Prefrontal cortex (PFC)  lebih berkembang daripada pria.
PFC adalah otak yang berfungsi untuk berpikir, merencanakan, memutuskan sesuatu, mengontrol emosi dan tubuh, memahami diri sendiri, empati pada orang lain, dan juga moral. PFC pada wanita berkembang 1-2 tahun lebih cepat. Secara umum dapat kita simpulkan kalau wanita itu lebih cerdas daripada pria. Oleh karena itu, saat curhat tentang satu masalah, biasanya istri sebenarnya sudah tahu solusinya. Hanya saja, istri memiliki kebutuhan untuk merapikan isi kepalanya. Itulah sebabnya kenapa istri jika bicara Tidak to the point. Berbelit-belit.
Saat mendengarkan curhatan istri, suami pada  umumnya akan berusaha memberikan solusi untuk menyelesaikan masalahnya. Ini sangat alamiah, testosteron dalam tubuh pria bereaksi untuk mengatasi masalah.  Permasalahannya: jika pembicaraan istri dipotong di tengah-tengah curhatannya, ia akan merasa tersinggung. Yang ia butuhkan hanyalah suami yang mau mendengarkan. Mengenai solusi, istri sudah punya sendiri. Jadi suami hanya perlu mendengarkan semua uneg-unegnya dengan perhatian dan beri beberapa saran jika diminta.
Catatan penting ketiga istri biasanya lebih cerdas dari suami, ia tidak butuh solusi, tugas suami  hanya mendengarkan dengan penuh perhatian. Tentu saja ada pengecualian untuk hal ini, dalam beberapa kasus isteri memang butuh bantuan solusi. Hanya saja, kebutuhan emosional untuk didengarkan tetap lebih besar.
So untuk para suami jangan mau jadi a stranger dirumah sendiri, jadilah sahabat yang terbaik bagi istrimu. Jangan sampai isteri jadi sahabat terbaik bagi lelaki lain! Ingat jika istri puas maka suami akan lebih dipuaskan dengan berbagai pelayanan prima.




ganti tulisan ini dg tulisan yg mau di hidden

Minggu, 09 April 2017

Aku Merindukan Pemilik Sepatu Ini

#30dayswritingchallenge
D 15 : The Person I Miss the Most

Memandang  dua pasang  sepatu bulukan yang kini berdebu, yang mulai merekah disetiap sisi-sisinya, sepatu ini sudah tak layak pakai, mulai mengeras karena sejak 6 tahun lalu mereka menjadi penghuni tempat ini, menyudut diam Di lemari sepatu. Dan entah kenapa aku tak ingin membuangnya atau sekedar menyingkirkannya dari pandangan mataku. Aku ingin membiarkannya disitu... sama seperti ketika pemiliknya ada disini, sama ketika dia memenuhi ruangan ini dengan gelak tawanya, teriakannya, panggilannya kepadaku...

Tak terasa pemiliknya sudah dua tahun meninggalkan ruang hampa ini. Dulu dia meninggalkan kami dengan penuh cinta, menitipkan sebuah asa, dan masa depan yang cerah...
I missed the owner of these shoes....
Sepatu ini sejak datang kemari, memang tidak pernah digunakan, sepatu ini bagaikan pajangan piringan kuno. Hanya untuk dilihat dan pemanis ruangan. Tidak untuk dipakai dan dimanfaatkan. Aku tak pernah protes, karena memang tak pernah ada waktu yang keren untuk menggunakannya, dihari libur kami terbiasa memanfaatkan waktu kami untuk bangun lebih siang...leyeh-leyeh di pembaringan, saling berpelukan . Sesekali menikmati sarapan pagi di ruang tidur. Menikmati quality time bersama bocah-bocah ini.

Sesekali kami pergi di pagi minggu tapi tidak untuk berolahraga, mungkin itu terjadi hanya sekali dalam 6 tahun...selebihnya kami hanya duduk-duduk santai di tepi sungai, atau ditaman kota... menyaksikan orang-orang yang hilir mudik berolahraga. Kami keluarga rumahan, karena sebagian waktuku tersita di ruang kerja disebuah kantor disudut jalan itu. Jadi ketika memiliki waktu untuk dirumah, dan tak ada kegiatan apapun untuk dikerjakan diluar. Aku memilih untuk duduk disampingnya sepanjang hari, bergelayut manja, hanya sekedar bicara, atau menonton sajian politik dilayar kaca favoritnya. Mungkin sepatu itu bosan melihat tingkah kami, tapi aku menyukainya. Sepatu ini telah jadi saksi kebersamaan kami selama 4 tahun sebelumnya. Dan kami betah bersamanya.

Hari ini... aku merindukan pemilik sepatu ini. Semoga dia disana selalu dalam lindungan Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, di limpahi berkah dan rezeki yang halal, serta diberikan kesehatan. Sehingga suatu hari ia akan datang lagi hadir disini, bersama memandangi sepatu ini, berdua dan memutuskan apakah sepatu ini layak dipertahankan ataukah harus disingkirkan dari lemari sepatu kami.

Honey i miss u so much.
From your shoes n me

#TNB23
#Ruli
#mentari Yousof

#Nyonyahketjeh


Sorry Sir David

#30dayswritingchallenge
The one that broke your heart the hardest

Broken heart? Heum...
gw pernah Training di Salah satu Hotel Berbintang di Kota Balikpapan, sebagai Mahasiswa Perhotelan tingkat akhir, kami diwajibkan magang selama 3 (tiga) bulan.
Dan aku memilih hotel ini sebagai tempat ku Training karena arsitektur Bangunanya yang khas Kalimantan dan Hotel ini sangat terkenal di KALTIM.  Di Hotel ini bukan gw aza yang magang disini masih banyak Mahasiswi lainnya yang berasal dari Daerah lain, kebetulan waktu itu beberapa berasal dari Bandung dan Samarinda.
sebagai Trainee kita wajib mematuhi peraturan  yang ditetapkan oleh Management Hotel termasuk bersedia ditempatkan di Departmene manapun yang mereka butuhkan.  Bisa saja ditempatkan di tiga Department besar ini : Front Office Department, House Keeping departement dan Food and Beverage department.

 Beruntunglah gw yang supel ini gak pernah ditempatkan di House Keeping Dept. Bisa dibayangkan wajah-wajah mahasiswa Bandung yang kelelahan dan melirik jutek ke gw, karena gak perlu bersusah payah prepare n cleaning room, bergaul dengan sheet and and bed, soap, Bathroom dan Toilet. Eheh. Bukannya gw gak mau. Suwer dah... tapi ketika gw ditempatkan  di FO Dept. Gw benar-benar berperan sebagai Receptionis yang ngerti Job description, Bagaimana menyambut Tamu, Gretings, and proses chek in dan chek out. 

Kebetulan salah satu tenaga Pemasaran Sales Executive nya Mbak Dea, yang lincah dan cekatan itu harus ambil cuti, tinggalah pak Yasir sendiri yang menangani pemasaran dan sedikit kewalahan akhirnya beliau memilih gw dari sekian Trainee untuk diperbantukan sebagai tenaga pemasaran. Bangga?? Boleh doong... ketika Trainee lain wajib memakai pakaian hitam putih, gw diberi kebebasan untuk memakai blazer dan apapun yang gw suka asalkan pantes n sopan sebagaimana layaknya sales executive. Sebulan di FO, sebulan di Sales Exec dan sebulan lagi akhirnya gw mesti ngerasain juga yang namanya F&B Departmen.

Di F&B Departmen, setiap minggu gw berpindah dari  Coffee Shop, Restouran dan Pub. Yaa, Dunia yang bersinggungan dengan makan dan minum, dimana gw harus berlakon sebagai pramusaji atau waitress, di Coffee Shop, sebagaimana layaknya tempat makan biasa Tamu datang untuk Breakfast, Lunch dan Dinner, CS ini juga dibuka untuk umum.  Heum banyak pengalaman lucu disini bersama sahabat sekost yang kebetulan juga trainee tapi dia training untuk diangkat jadi karyawan.
Mulai dari icip makanan sisa tamu yang masih utuh tapi tetep kalem dan gak ketahuan hahaha, bawa pulang sisa bread buat sarapan di kost atau pas kelaperan malam hari, egh gak dink kita gak pernah kelaparan malam hari, karena selalu ada tamu yang antri untuk traktir kami makan hanya untuk sekedar ngobroo santai dengan sahabatku yang kecantikannya emang ala2 artis sinetron. Dan gw bertindak sebagai manager . anak kost wajib kreatif bagaimana caranya tetap menyambung hidup di masa paceklik tanpa merepotkan orangtua dan tidak terjerumus ke pergaulan bebas. Anak kost itu diwajibkan cerdas untuk memanage keuangannya yg pas-pasan. Anak kost itu dituntuk untuk bisa mengakali hidup ini dengan cara yang elegan.

Seminggu kemudian gw di tempatkan di PUB, yaa.. PUB tempat tamu bersantai, minum dan makan, sambil menikmati music, asyiknya lagi pub ini buka jam 8 malam sehingga kita prepare nya mulai sore hari, masuk pada shift dua, tapi yah gituu deh...pulangnya juga rada maleman gitu untung kost-kostan gw deket. Klo berasa ada yang ngikutin gw tinggal ngacir scepat kilat.
Pub ini emang banyak dikunjungin Bule Mancanegara, baik itu tamu hotel atau dari tamu luar, kmungkinan karena tempatnya yang elegan dan lokasinya yang strategis.  Sebagai seorang Trainee, wajib yak ramah ke tamu, pokoknya harus ninggalin kesan bahwa kita ini manusia paling ramah dimuka bumi ini dan elu blum pernah nemuin mahluk paling ramah selain gw. Begitu dah gambarannya.

Kita wajib punya insting , bahkan sebelum tamu meminta sesuatu kita sudah datang menyiapkannya. Misal nih, tamu baru tolah toleh kita gak perlu nungguin dia nyalain korek sebagai tanda dia butuh dilayani, kita dah sigap datang dengan cekatan dan menanyakan apa keperluannya, ketiak tamu, mengeluarkan sebungkus rokok , kita dengan sigap menawarkan asbak dan korek api, gak perlu diminta, itu udah kerjaan guys, intinya service Exelente,  (lu harus belajar membuang ego dan menganggap siapapun yang datang mereka adalah Raja dan Ratu yang harus dilayani dengan sebaik mungkin).

dan lu tau gak bahwa menyenangkan hati tamu yang merasa dianggap raja, dan kita ini adalah rakyat jelata..hahah... ternayata juga menghasilkan...iyaa... gw sering diberi Tip, ngerti gak tip? Ituuuh  lu bakal dikasih Uang baik berupa kembalian tagihan bill maupun uang yang diselipkan ketangan, ketika mereka hendak beranjak pergi. Sebagai anak kost gw bisa kaya raya nih, tapi tidak...disini hasil tip dikumpulin di sebuah toples dan pulang kerja tip itu akan dibagi rata kepada sesama karyawan yang bekerja pada shipt itu. Rekor tertinggi pernah gw pecahin yaitu Rp. 50.000,-
Disinilah awal mulanya gw ketemu orang ini...Cowok Bule yang menurut karyawan/ti dimari super duper ganteng, berperawakan sedang untuk ukuran bule tinggi sekitar 175 cm. Berambut hitam dan bercambang tipis, berkacamata tipis dengan tatapan mata tajam dengan warna cokelat terangnya. Setelan executive.

Gw akan berdiri disudut tertentu dengan mata liar tapi terkesan sopan untuk menangkap gerak gerik tamu, dan secepatnya memberikan pelayanan bagi yang membutuhkan 
“ada yang bisa saya bantu pak?’ Baik Bapak, Bapak mau pesan apa? Ok saya ulang lagi ya pak?, ada tambahan bapak?, baik bapak ditunggu ya,”   atau “Good evening sir can i help You?” 
gw akan sibuk sekali mendatangi tamu dengan gerakan- gerakan mencurigakan yang sepertinya butuh bantuan.
yak begitulah resiko pekerjaan waitress PUB dan saya pernah mengalaminya dan kalian jangan pernah nge judge pekerjaan mereka itu hina, tergantung niatnya, mereka bekerja karena memang butuh pekerjaan dan butuh penghasilan atau mereka ngelakuin itu semua karena punya niat sampingan. Jangan sama ratakan semua orang yak!.

Sampai suatu malam... seorang cowok bule yang boleh gw kata mapan dari penampilannya, muda dan executive, duduk menyendiri  menikmati musik, ah dah biasa mah hotel ini emang bertaburan bule2 mulai dari pilot, wisatawan, dan para expatriat. Dia melempar senyumannya setiapa kita beradu pandang, heum apalagi?  yah mestilah gw balas dengan senyuman terindah yang gw miliki, lampu yang sedikit temaram menyamarkan pandangan tapi gw bisa lihat wajah yang tampan bak aktor holywood, denga senyum yang bisa bikin klepek-klepek setiap wanita.  Huufh... santai, gw cuman trainee disini...
Eit busyeet dia mengangguk ke arah gw, itu alarm bahwa gw mesti datangin dia, baiklah, 
“ halo sir, Good evening, can i help you? You need something?” gw mesti sedikit menunduk kearahnya karena musik yang berdentam ini sungguh membuat pendengaran sedikit terganggu. 
“what is your name?’
Aih kenapa jadi nanyain mana gw? Hedeh 
“my name is Amandha”  jawab gw, “how old are you?" oh maygad ngapain nanya umur gw sih.
”i am 20 years old sir” masih tetap tersenyum.  
“ok, my name is David, i come from Australi, do you work here? “
ia mengenalkan diri tanpa ditanya “oh no sir, im just trainee"
ia mengulurkan tangannya dan gw mesti menyambutnya dan kita berdua berjabat tangan, tapi euum...dia tidak melepaskannya secepat itu, dan gw jadi sedikit salah tingkah sampai akhirnya ia melepaskannya. 
“eum sorry sir You need something?” gw coba mengalihkan tatapannya yang eheh terus terang saja...pancaran matanya yang syahdu itu bisa bikin cewek manapun  jatuh pingsan ... 
akhirnya ia memesan segelas minuman dan juga korek api.

Setelah gw berikan yang dia mau gw menyilahkan dan kembali undur diri untuk berdiri lagi disudut  semula bagaikan penjaga pantai dengan teropongnya yang siap memberikan pertolongan untuk para penikmat pantai dan laut. Tetapi cowok bule itu David terus saja memandangiku dan setiap beradu pandang ia akan selalu tersenyum, hedeeh gw jadi jengah ditatapin mulu kek gitu, akhirnya gw pindah kesudut lain dan menyibukkan diri melayani tamu yang lain, daripada jadi obyek pemandangan si David.  

Walupun gw masih bisa liat akhirnya ia pulang dan memanggil salah seorang karyawan Pub ini membisikkan sesuatu, dan seketika mereka berdua menatap gw, hedeeh gw salah apa coba? Si Bule laporan apa ya kira-kira? Si karyawan menjawab bisikan itu kemudian mengangguk-ngangguk. Menunggu hingga si David bener-bener pergi.
Karyawan ini si mas joko, dengan senyum2  yang mencurigakan dari jauh mandangin gw dan gw melengos pura-pura sibuk dengan kerjaan, prepare for closing area. Mas joko datengin gw 
“Amandha lu tadi kenalan sama David yak?” tanyanya 
“iya mas, emang ada apa mas, david nya kok yang ngajak kenalan bukan gw” jawabku agak2 khawatir, 
“iya gak papa david juga cerita kok, egh, Amanda dia naksir lo tuh...” ,
 “egh kok bisa mas?, emang gw salah apa?’ mas jokopun ngakak 
“lo ini, dia itu naksir..naksir, kok jadi salah apa?, dia tuh pelanggan Pub ini, dia sering datang kemari hanya buat sekedar santai menikmati musik, sekarang dia lagi patah hati, dulu dia punya cewek katanya mirip elo, imut kek elo, hitam manis kek elo, katanya elo tuh cakep” kata mas joko panjang lebar.
“astagah mas joko si David itu matanya masih baguskan? Jangan2 kacamata minusnya tuh lagi nambah, lagi jereng kali, kok bisa bilangin gw cakep?”  gw ngejawab sekenanya sambil ngumpulin gelas-gelas.
 “egh lo tuh ya musti tau standar cakep orang bule sama orang indonesia itu berbeda, kalo orang Indonesia itu demennya ma cewek putih tinggi dan cantik, tapi bagi orang bule standar cantik itu, hitam manis eksotis dengan wajah asia itu cantik, egh lo tau gak mantan si david itu mirip banget ma lo tuh mandha, dulu suka diajak kesini, sekarang dah putus”.
 “oh berarti dia cuman lagi kangen ma ceweknya tuh mas, bukan naksir gw kali...” jawab gw.
”yah gak gitu juga kali manda, dari omongannya tadi dia serius suka sama lu, gw kenal david udah lama, dia gak sembarangan suka sama cewek”kata mas joko sambil ngankatin gelas2 yang udah gw rapiin, dan menyusunnya di tempat gelas. 
“ah besok juga dia pasti dah lupa mas, cowok ganteng kek dia mana ada cewek gak suka”sahut gw , “egh, jadi lu suka juga dong berarti, hayo ngaku” tebak mas joko, 
“egh pan gw bukan cewek mas...weeek” gw cepat2 pergi  menjauh gak mau mas joko ngeliat perubahan muka gw.

Besok malemnya, David datang lagi, kesempatan ini, ia sempat ngajak gw ngobrol dan minta gw duduk ngorol bersamanya, tapi gw menolak sopan 
“sorry sir im just trainee at here, i can”t sit down with u, that’s not polite”  lalu ia menawarkan untuk bertemu diluar dengan halus gw juga menolak. begitu juga malam-malam selanjutnya, kdang sendiri, kadang bersama kawan cowoknya.  Kalo gak terpaksa banget gw ogah ngelayanin untung aza gw cuman bertugas seminggu di PUB ini, besok gw mesti pindah ke restaurant Grill.

Gw dah berasa gerah dipandangin mulu sama si David, trus kalo dia lagi pengen pesen sesuatu, gw pura2 datengin tamu yang lain, gw tau David kecewa, setiap ia pulang ia akan sejenak berdiri di depan pintu keluar memandang gw, menunggu gw menoleh ke dia, lalu ia akan melemparkan senyuman nya yang terkadang senyum nya berubah menjadi senyum ngarep, senyum kecewa atau seyum gantengnya. Maaf sir...tapi gw gak bisa... gw gak mau cuman jadi cewek sementara selagi dia tinggal di Indonesia. Byee David gw besok udah gak disini lagi.

“tega bener sih lo mandha, David itu ganteng, sopan, tajir lagi, kurang apa coba, kalo cewek lain tuh dah ngejar-ngejar David, David gak bakal sesusah itu PDKT nya, eh ini lu malah menghindar mulu, kasian David tau!,  bener kata David lu tuh cewek langka!” mas joko ngomel-ngomel gak jelas. “gw cuman bisa bilang "maafin gw, ini soal beda keyakinan, kita beda agama, gw gak pengen ribet diwali dengan sesuatu yang sangat mendasar dan lagi keyakinan kita berbeda, David...  lo yakin banget kalo gw cewek yang cantik, sementara gw gak yakin, gw minder deket cowok seganteng elo, maaf gw gak bisa berikan elo harapan palsu”.

Gw dah tugas di Restaurant, dan lagi-lagi gw dipercaya untuk menggunakan uniform khas restauran dengan warna mirabellanya yang sungguh menyolok panjangnya semata kaki tapi belahannya selutut.  Gw dah bertugas 3 hari di sini ketika, mbak  iren memanggiku, 
"mandhaa... ada tamu, sambut gih."  
gw bergegas menuju pintu masuk restaurant untuk menyambut rombongan tamu bule yang datang, so musti kasih greeting dan mempersilahkan  mereka masuk, tiba2... ups...ada sosok david ditengah para bule ini, gw gak salah lihat neh?,tapi...senyum itu...iya, itu senyum David, senyum yang paling indah yang pernah diberikan Tuhan ke Gw pada masa itu. 

David dengan langkah tegapnya dengan dada bidangnya dan perawakannya yang sempurna mendahului yang lain, lagi-lagi ia menatap dengan pandangan penuh arti kemudian melewati gw sambil berbisik “Hi...amandha, this is my family...”
Gw  membalas senyumnya dan hanya bisa bilang “welcome sir, Good afternoon...” oh my God ia membawa seluruh keluarganya untuk makan siang di restaurant tempat gw magang (belakangan gw tau mas joko yang ngasih info keberadaaan gw, karena David menanyakannya).
Gw coba bersikap profesional tanpa terganggu dengan tatapan mereka dan sesekali kulihat David berbisik kepada wanita disebelahnya, entah dia siapa mungkin big sisternya atau auntynya yang terlihat juga sangat cantik khas bule australia. 
Ketika aku membantu siapin makanan kemeja mereka, bisa kudengar David berbisik
“thanks Amandha”. 
Gw jawab dg sopan sambil tetep tersenyum “ur welcome sir”. 

Entah kenapa mereka semua menatap gw dengan pandangan penuh arti, gw cuman bisa membalas dengan anggukan sopan  Dan segera berlalu, sambil melihat dari kejauhan. Untunglah supervisor gak minta gw jagain mereka, mbak iren sudah bertugas disana.
Gw berlagak sibuk ngeberesin yang lain. Gw udah gak mau jadi obyek pemandangannya David dan kini bersama keluarga besarnya. Untung saja waktu magang gw hampir berakhir, kalo David usaha terus,  lama-lama gw juga bakal bener-bener suka sama tuh cowok.

Akhirnya mereka selesai dengan acara amakan dan harus minta bill, mbak iren datang dengan jalannya yang tergopoh-gopoh lalu berbisik 
“sana lu yang bawa billnya, david minta elu yang bawa billnya” 
mbak iren langsung menjelaskan begitu dia liat mata gw protes. 
Sebagai mahluk trainee gw gak boleh ngebantah, akhirnya dengan berat hati gw harus ngedatangin meja itu dan david memberikan kode agar gw ngasih billnya itu ke dia, sedikit kagok gw sodorin  nampan kecil itu yang berisi selembar bill 
“excuse me sir” ia mengangguk dan mengambil bill itu kemudian mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya, menyodorkannya dengan sopan dan tersenyum ke arah gw, lagi...lagii. 
gw segera bergegas mendekati mbak iren dan menyerahkan uang tersebut  ternyata uang nya kelebihan Rp. 120.000,- eegh...gw emang gak ngitung sih.
Gw bergegas balik menyerahkan uang itu ke David 
“sorry sir..” gw nyodorin kembali kelebihan uangnya, ia segara mengambil uang tersebut lalu ia berdiri karena harus pergi dan ...ia meraih tangan gw seakan ngajak saliman, ia menunduk dan berbisik “for You, bye mandha...see u again.”
lalu ia berlalu dan meninggalkan uang itu didalam kepalan tangan. gw diem sejenak sebelum akhirnya tersadar dan harus bilang thank u kepada semua tamu David yang beranjak pergi dan mereka semua benar-benar ramah tersenyum sambil mengangguk.
Aih keluarga yang menarik dan sopan-sopan, kalo gw serius suka sama David, apa gw akan berada diantara para bule-bule cantik dan ganteng-ganteng itu yak?. Dan gw jadi unik sendiri diantara mereka.  

“hey!! Gw denger kata mas Joko david suka banget ma lo ya?, gila lu David sampe ngeboyong keluarganya makan siang dimari buat knalan ma lu tuh!,"
mbak iren menepuk punggung gw,
”ah gak kok mbak iren itu mas joko gosip tuh...”  elak gw sambil bergegas ngeberesin meja yang tadi dipakai David, 
“egh tapi gw perhatiin tadi David nyuri pandang mulu ke elo, serius tuuh, die suka, kok bisa sih lu gak suka? Secara David itu keren and tajir.”
“kalo gitu mbak iren aza ma David!” tukas gw,
“egh busyeeet! Ni anak David nya naksir elu, kalo dia naksir gw udah gw jabanin, rugi tauu, uups, gw pan dah punya pacar” mbak iren ngikik sendiri.

 Gw gak se PD itu, Gw masih percaya pada opini  sendiri bahwa gw bukan cewek yang cantik, entah kenapa David suka. Waktu Magang berakhir dan David tidak akan pernah menemukan gw lagi disudut manapun di Hotel berbintang itu, gw balik lagi ke kota tempat gw kuliah. David i am sorry  Good byee... Kali ini gw yang buat cowok bule broken heart.



Kamis, 26 Januari 2017

Hadiah dari Tuhan

Begitu banyak ujian sebelum aku dipertemukan denganNya dan nya... mulai dari ditinggal Bapak pergi untuk selamanya, guncangan hidup yang kesekian, diremehkan, menerima kata2 gak enak, sindiran, hingga pengalaman tersesat di Madinah, di khianati, di lamar orang beristri, dilamar kakek2 supir bus, sampai kehilangan uang selembar yang tinggal atu2nya yg gede... lisan tak lepas dari meminta ampun, meminta maafh, meminta keihlasan hati, meminta Allah menjagaku dari sifat meminta2 pada manusia. Allah yang mengambilnya, Allah yang memberi ujian Allah juga pasti punya cara menjaga dan melindungiku... Allah menguji Rasa percayaku PadaNya. Ia menguji kepasrahanku... Ia menguji apa yg selama ini aku coba tunjukkan...

Dan Masya Allah... betapa Ia Maha hebat dengan segala keindahan skenarionya. Ialah Sutradara sejati.. Ialah Sang Master Piece Ter Agung... 

Tiba2 hidupku dibalikkan dari yg tidak ada menjadi ada, setiap Ibu yang kutemui entah dia Pakistan, India, Cina, Arabic, bahkan Mbah mbah yaang entah dari mana selalu saja mengelilingiku, jika tidak meletakkan tangannya di kepalaku... mereka meletakkannya dipipiku atau dipunggung tanganku... seakan2 mereka merestuiku... umumnya mengucap "barakallah, masyaallah, Alhamdulillah". Di Masjidil Haram Ada saja yang memberikan makanan kearahku... entah itu apel, yogurt, roti, parata ayam bakar bahkan nasi kotak... dan Alhamdulillah kakak2ku seperjalanan juga memperhatikanku.

Kemudian Allah mempertemukan aku dengan pemuda ini lewat perantara payung yang lupa kututup dan dengan santainya aku masuk kedalam sebuah Toko Oleh2 terlengkap. Dan pemuda ganteng itu marah karenannya. 
Tetapi aku menanggapinya dengan santai dan tanpa dosa. "Nyante az bro..."

berbekal bahasa nginggris coboy dan kursus bahasa arab kilat seputar harga, belanja dan nawar.... akhirnya hampir tiap hari aku jadi guide ketoko ini... ada saja yang minta ditemani sekedar beli satu barang atau oleh2 buat kluarga....bahkan secara tidak langsung aku sudah menjadi sales ketika rombongan mbah mbah... kakek2 yg hanya mengerti bahasa jawa dan indonesia... kemudian menjadikan aku cucu angkat seketika. Akupun dengan sabar menjelaskan apa yang mereka tanyakan... barang ini untuk apa, oleh2 yg cocok buat cucu yang ultah apa? Bagaimana menggunakan alat ini? Hingga mengambilkan mereka keranjang, entah kenapa rasa kasihan selalu menghinggapi aku setiap bertemu orang2 tua yang mulai renta... membayangkan mereka adalah kakek nenekku sendiri. Membuatku selalu menyayangi mereka.

Entah apa yang dipikirkan sipemuda itu.. setiap hari saya seliweran kluar masuk toko nya yg berwarna peach...hingga tiba2 kami sudah bersahabat. Setiap aku datang membawa pelanggan dia juga akan mendampingi dan mengajak bicara dg bahasa inggrisnya yg terbata2... ada saja yg ingin ditanyakannya padaku... hingga akhirnya ia meminta no. Telponku... nothing spesial.... just friend. Never think another subject. Coz i know who i am.

Hingga suatu hari ketika aku lagi sesenggukan di halaman masjidil haram karena mendengar salah satu sahabat yang kusayangi berpulang ke Rahmatullah... dan sebelum berangkat kesini dia memberikan pesan2 terakhirnya spesial untukku. Tak pernah kudengar ia sebijak itu dan suara yang penuh diliputi kasih sayang sebagai seorang saudara, abang atau bahkan seorang bapak. kenapa hanya duduk dihalaman...bukankah masjidil Haram ini begitu luas untuk tubuh semungil ini. karena aku merasa kotor untuk memasuki dan menginjakkan kakiku di Rumah Allah. Karena saat itu sedang datang Wulan.
Aku hanya memandang penuh kekaguman tiada hari tanpa terpesona oleh Aura dan keajaiban yang ditebarkan oleh Masjid paling Agung ini... dimana pahala sholat jika berjamaah disini dilipat gandakan hingga 100.000, dan aku telah membuang2 kesempatan terbaik mengumpulkan point menuju Jannah... 
Terjawab sudah kenapa semua ummat islam selalu ingin kembali dan kembali lagi kesini... tak pernah kurasakan rasa Damai se damai ini, seindah ini... Rasa Haru yang terus memuncak, menghasilkan rasa bahagia dan hati yg terjaga.  Menyaksikan ke Agungan Tuhan dengan segala ciptaannya. Manusia dari seluruh penjuru dunia berkumpul tanpa melihat perbedaan Status, warna kulit, bangsa dan islam golongan apa, semua yang berkumpul disini pasti orang Kaya... jika ia tak kaya harta... ia pasti kaya hati.

Tiba2... sms berbunyi.... beep beep beep beep 
Oh dari pemuda itu kataku dalam hati. Tadinya aku mengira pemuda itu hanyalah karyawan toko tersebut. Belakangan baru tau jika ia adalah putra pemilik toko. Mengapa ia lebih rajin ketimbang karyawan toko yang lainnya... ia yang selalu tergopoh-gopoh dan dengan langkah cepatnya. Baiklah..Apa isi sms nya?? Akupun mulai membuka handpone jadul itu untuk masa kini dan masyaallah... apa ini yang dia kirim ke aku? 

Aah.. dia pasti salah tulis... mana mungkin... atau dia salah kirim sms, mencoba untuk tidak GR dengan sesuatu kemustahilan menurut otakku yang dungu...

To be Continue.....
(Ini contoh kecil isi buku yang akan saya tulis nantinya... berdasarkan kejadian nyata, setiap bab akan bercerita tentang pengalaman2 ajaib di 3 Kota ini, Jeddah, Madinah, Makkah... dan pengalaman2 sprituil lainnya yang akan saya ceritakan untuk menginspirasi kalian sahabat2 ku)
yangon, 23112016
Mbak Evy Apa Kabarmu "Ratu Adil"?

Setiap ketemu dia selalu tersenyum sekilas anteng... terkadang duduk termenung, atau matanya menerawang pikirnya entah dimana...
terkadang melinting rokok yang entah dia pungut dimana lagi... suka seddih jika melihatnya. Alhamdulillah dia kini sedang dalam masa pemulihan dari kesedihan yg berkepanjangan

Dulu ia wanita cantik tinggi putih bahkan pernah jadi model, dan kehidupan telah menghempaskannya dititik terendah... dan dia disebut mengidap penyakit Schizoprenia
Masyarakat awam mengenalnya dg istilah "gila"
Ternyata gila juga ada level dan klasifikasinya.

Suatu hari ia mendekati aku... walaupun ia lebih tua dariku... ia selalu memanggilku "mbak" katanya gak enak klo panggil nama, dengan wajah pucat dan lingkaran hitam yang terang di bawah matanya, kali ini matanya sedikit berbinar.. kemudian dia duduk disebelahku
Dengan malu-malu dia mulai mengeluarkan kata2nya dg pelan " mbaak... aku pengen nulis..." "iya mbak evy mau nulis apa"? Tanyaku, matanya sedikit mengerjap kemudian kembali memandangku penuh harap "mbak.. aku mau nulis Buku" aku segera meneggakkan tubuhku yg tadinya bersandar di kursi dg santainya...
"Mau nulis buku? Buku tentang apa mbak?" Tanyaku tertarik. "Mau nulis tentang kisah hidupku mbak" jawabnya pelan... gak ada greget disitu... "maksudnya mbak evy mau nulis buku seperti novel terus diterbitin"? Tiba2 otakku langsung "ngeh". "Iya mbak.." jawabnya

"Baik sekarang mbak evy butuh apa dari saya"?
Tiba2 matanya sedikit berbinar "mbak percaya saya bisa nulis buku"? Tanyanya lugu
"Lha kalo mbak evi percaya sama diri sendiri kalo mbak evy bisa nulis buku, saya harus lebih percaya, emang kenapa"? Jawabku bersemangat... membayangkan mbak evy bisa bikin buku membuatku tertantang.
"Selama ini gak ada yang percaya, kalo aku bilang mau nulis buku, mereka malah menertawakanku" terlihat sekilas kesedihan dimatanya.

"Ok-ok mbak evy mau bikin buku kan, yg pertama saya percaya. Itu sudah cukup! Mbak evy harus percaya sama diri sendiri dan harus tekun menulis. Nanti saya belikan buku tulis, pinsil dan penghapus, trus saya akan coba cari penerbit buku yang mau menerbitkan buku mbak evy, ok sekarang mbak evy harus mulai mencoba mengingat kembali kisah2 yang sudah terjadi selama mbak evy sakit, sebelum sakit dan sesudah sakit, sebabnya apa.. trus judulnya ntar apa?"

"Judulnya Ratu Adil mbak" jawabnya pasti...
Masya Allah...bahkan dia sudah memikirkan judulnya, lalu dia beringsut pergi dan kembali membawa sebuah buku lusuh yang penuh coretan tangan.. "ini mbak aku sudah nulis sedikit..." dia tak perlu berharap aku membacanya... dg segera kusambar buku lusuh itu kmudian otakku panas... ya panas... ini benar2 sesuatu... kalo tulisan-tulisan ini mwnjadi buku ini fenomenal sekali... akupun membaca bolak balik buku tipis itu yang ditulis dengan pensil. Katanya supaya mudah dihapus jika salah tulis. Buku itu sedikit kotor. Karena bekas hapusan dimana2...

Mbak evy sebentar yaa... akupun pergi meninggalkan dia yang terbengong, memacu motorku menuju sebuah warung... 15 menit kmudian aku telah kembali membawakan sekeresek kecil berisi 2 bh buku tulis, 2 pensil dan penghapus (maklum anak kos). "Ini mbak evy... rajin menulis yaa... kalo tulisannya sdh banyak ntar saya cari penerbit, di Jogja ini banyak penerbit buku kok... fokus sama tulisannya yaa"
Tiba-tiba dia memelukku. "Hanya mbak yang percaya saya bisa bikin buku" sayapun terharu, rasanya bahagia bisa membuatnya bahagia..

Hari demi hari aku memantau tulisannya.. terkadang memberi saran2, ataupun sekedar koreksi tulisan... kali lain aku membawakannya kertas2 HVS bekas penulisan untuk skripsi yang salah, dia menyambutnya dg bahagia.. seakan2 aku memberinya cincin berlian. Terkadang dia berkhayal. " mbak nanti kalau aku dapat uang dari royalti, aku kasih mbak setengahnya..." dia berjanji dengan sungguh2.
"Mbak evy gak usah mikirin saya... yg penting bukunya jadi dulu... yak ntar hari sabtu aku temenin ke penerbit berdo'a saja buku mbak evy diterima, ok?" Aku menepuk punggungnya lembut, "teruskan menulisnya..." "baik mbak..." kmudian dia kembali menulis....

Kenangan itu hari ini kembali terpampang jelas diingatan... bagaimana aku mencoba meyakinkan pihak penerbit, mengisi form pengajuan penerbitan buku, dg alasan yang harus kuat. Dan akhirnya seminggu kemudian ia sudah mendapatkan kepastian. Done! Diterima! Dan mbak evy mendapatkan seorang pendamping dan editor dari penerbit. Alhamdulillah!!

Waktu itu pertengahan 2004, evy hampir merampungkan tulisannya ketika aku harus kembali ke Kaltim karena kuliahku sudah rampung. Desember 2004 mbak evy menelponku "mbak samsiah.. terimakasih yaa buku evy sudah terbit. Evy dapat royalty awal 4 juta. Katanya mau diterbitkan lagi, Minta. Nomor rekeningnya. Evy mau kirimin mbak 2 juta" ujarnya riang ditelpon. "Ya Allah evy.. mbak udah senang bukumu terbit. Gak usah pikirin soal royalty itu buat evy semua... evy pegen punya handpone kan ya udah beli. mbak cuman minta dikirimin 1 eksemplar plus tanda tangan pengarangnya" ujarku. "mbak samsiah sekarang evy sibuk di undang sana sini promo juga sbgai pembicara di seminar2 di kampus2 jurusan phisikologi"
"Alhamdulillah mbak evy... semoga mbak evy tambah rajin menulis ya... semangat!! Karena sudah melampaui mimpi besarnya"

Dan akhir tahun tersebut hingga di awal2 bulan tahun 2005, dia muncul dimana2 di berita-berita Televisi-televisi Swasta, di koran, di Tabloid-tabloid sekelas Nova, bahkan menjadi tamu di acara fenomenal sekelas Kick Andy. Satu lagi mimpiku terwujud "mewujudkan impian Satira isvandiary"

Entah dimana kamu sekarang mbak evy...
Dan bagaimana kabarmu di sana

Mimpi Besarku... jika seorang evy yang pernah mengidap Skizoprenia bisa mewujudkan mimpi besarnya... aku tentu lebih bisa! Jika mbak evy hanya butuh satu orang yang percaya bahwa dia bisa... "......." Semangaat Mentari Yousof!!

Nah kamu yang penasaran apa itu skizopren?
Silahkan baca lagi tulisan lama saya skizopren seri 1 - skizopren seri 3 ok?! Go head!

http://dearmentari.blogspot.com/search/label/skizofren%20seri%201?m=0

http://dearmentari.blogspot.com/search/label/Skizofren%20seri%202?m=0

http://dearmentari.blogspot.com/search/label/skisofren%20seri%203?m=0

#sekolahperempuan
#konsultanketcehruli
#Indscriptcopywriting
#mimpijadipenulis

Senin, 16 Januari 2017

Sekolah Perempuan

semakin percaya dengan kalimat-kalimat yang kutemui di buku The Secret :
Kemiripan menarik kemiripan, jadi jika anda memikirkan sesuatu pikiran maka anda akan menarik pikiran-pikiran serupa kediri anda. Anda seperti sebuah menara penyiaran, apa yang anda fokuskan akan muncul sebagai hidup anda.

Daaan itu terbukti!!
duluu sekali aku pernah bercita-cita menjadi Penulis, dapat Royalti dan bisa berkeliling dunia....
tapi sejalan dengan waktu cita-cita itu tenggelam di riuhnya hiruk pikuk kesibukanku...yang lengkap multi dimensi sebagai Ibu Rumah Tangga, sebagai wanita pekerja, sebagai Istri Soleha, sebagai inti dari organisasi dan lain sebagainya

ketika hijrah ke Yangon tiba2 cita-cita itu muncul lagi...tapi apa daya...semakin jauh dari penerbit.. menulispun hanya di media sosial yang kata anak aku facebook itu medsosnya ibu2 alay..hiks jotos!

akhirnya suatu hari aku dipertemukan dengan seorang teman di friendlist yang menawarkan untuk bergabung dengan grup yang isinya para nyonyah-nyonyah pemimpi menjadi penulis dan pebisnis, mereka adalah sekumpulan ibu-ibu ketjeh dari seluruh Indonesia.

bergabung bersama mereka semangatku semakin bertambah apalagi ternyata kita terhubung dengan Sekolah Perempuan, foundernya teh Indari Mastuti yang tidak diragukan lagi, Sekolah ini khusus buat emak-emak yang berniat menjadi penulis serius, taraaaa... jadilah aku disinih...bersama mereka belajar menulis dan belajar berkomitmen menjadi penulis. juga komitmen untuk terus membaca.

semoga impianku tercapai ya guys...do'a in


Rabu, 11 Januari 2017

Ketika Cinta Harus Memilih

keputusan yang sudah bulat akhirnya harus dibolongin lagi, keputusan kami bagaikan sebuah kue donut yang sudah bulat tapi tak lengkap jika tidak dibolongi tengahnya. situasi ini bagaikan buah simalakama, beberapa pertimbangan yang sangat rasional harus didahulukan. entah mengapa kebahagiaan ini tak pernah lengkap. ataukah aku yang kurang mengucap. ataukah ini resiko pernikahan antara dua negara, lalu harus terpisah karena sebuah kata "mengabdi" selalu saja ada labirin yang rumit untuk dilewati.

aku pulang...
kembali ke kehidupanku yang kemarin, dimana aku dan dua putraku kembali berjuang bersama, meninggalkan kekasihku sekaligus sahabatku tercinta yang selama ini memanjakanku dan memberikanku perlindungan sempurna. tapi hidup tak pernah sesimpel itu, hidup bagaikan rumus fisika quantum, kami kembali surut selangkah, memutuskan untuk berjuang bersama karena hidup tak sekedar cinta,hidup ini realita yang harus dihadapi dengan mata terbuka. hidup ini begitu nyata dimana segalanya harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.

disana sesekali ku nelangsa mengingat buah hati yang kutitipkan, walaupun dipenuhi dengan fasilitas terbaik, adakalanya sapaannya menitikkan air mataku, menyetuh naluri keibuanku, mengguncang jiwaku yang tenang, walaupun ia hanya sekedar mengirim sebait kata "mah..." sebait kata yang sarat akan makna... dan sarat akan kerinduan,

disini beberapa hari sejak kuitinggalkan dia yang berdiri termanggu dan tertegun di antara sekat kaca pemisah diriku dan dirinya di bandara rangoon, kurasa separuh jiwaku tertinggal,separuh hatiku lupa kuminta kembali. hingga beberapa hari ini aku mengerti rasanya bagaimana menjadi mahluk semacam zombi,berjalan tanpa arah, hidup tapi tak berjiwa, bergerak tapi mati rasa, untung saja aku masih ingat menghirup udara, huuufh...

sesak... ada yang menghimpit disini... sebuah beban yang terasa berat.
hanya dengan menyebut nama Nya aku masih bisa bertahan
hanya dengan memandang wajah polos kedua putraku,aku merasa memiliki kekuatan untuk bangkit, dan menghadapi dunia diluar sana. hanya kalimat2 cinta yang dikirimkan oleh pasangan jiwaku yang bisa membuatku melangkah tegar. tanpa itu semua, aku hanyalah raga yang teronggok di atas peraduan dan tak mampu bergerak lagi.

sungguh dahsyat kekuatan cinta, cinta bisa membutakan nalar, mematikan akal,cinta membuat kita belajar lebih giat,cinta kadang membuat kita tersesat tetapi cinta jualah yang akan menemukan jalannya kembali.

Tunggu aku sekali lagi, pegang erat tanganku dan jangan pernah lepaskan.
karena hati kita masih saling menggenggam, cinta kita takkan pernah lekang

selamat berjuang separuh jiwaku yang tertinggal di kota Yangon.
sampai jumpa kembali cinta
selamat tidur sayang

Rumah Ungu, 100117, 00.00

ILoveU