Sabtu, 19 Desember 2009

Biarkan ia tau...

Saat senja menyapa mesra
mentari merona merah jingga
turun perlahan keperaduannya
seiring rasa lelah menggelitik syahdu
langitpun mulai menyuram kelabu

Ketika rindu mengetuk pintu
senandung lirih menjawab pilu
adakah hati masih menunggu
jawabmu yang kian membisu
disudut relung jiwa rasa ini terpaku

Detik, menit berkejaran dengan Ego
mencoba menepis rasa yang membuncah resah
mencoba melepas diri dari kungkungan
rasa pekat yang kian membelenggu
rasa yang kuasa membendung lara

semakin coba kuingkari
semakin terasa sesak dada ini
suara-suara sendu mengalun lirih
ego tertunduk tersipu malu di usap nurani
sayup lirih berkata "biarkan sajaa..."

Biarkan saja mengalir...
biarkan walau yang kau temui hanya ketir
biarkan saja lepas...
walau yang kau temui hanya kebas
biarkan ia tau...
walau kau tau tak mungkin bersatu

biarkan saja...usah resah...

Makkah, 191109
Ganti tulisan ini dg tulisan yg mau ditampilkan

ganti tulisan ini dg tulisan yg mau di hidden

SAHABAT

Sahabat, pernahkah kita mencoba memahami makna persahabatan?
Ketahuilah sobat, ia itu mengandung makna yang menggelora, namun tak pernah terangkum dalam ribuan kata-kata... kau hanya bisa merasakan dahsyat pengorbanannya, namun tak pernah mampu kau sentuh wujudnya.... ia hanya dapat kau rengkuh ketulusannya, namun tak pernah mampu kau peluk adanya....


Ia itu seperti angin yang membadai... kau hanya dapat menemukan jejak amuk di tanah-tanah yang dialaluinya, tapi kau tak kuasa menciptkan dan menghentikannya... ia ibarat api yang menyala... kau hanya dapat melihat amuk amarahnya, tapi tak sanggup kau genggam bara dan panasnya....

Rabu, 16 Desember 2009

Dua Hati Saling Bicara . . .

dua kali tahun berganti
dua kali hujan membasuh bukit batu
dan merendam hamparan pasir

sang surya seakan bermimpi
menyaksikan setetes embun
menetes dipuncak jabal rahma

mungkin aku terlalu lemah
dengan panas dan ganasnya padang pasir dan aku...
harus membiarkan embun itu...
menetes dan mengering dibumi

karena aku belum berhasil menangkap merpati putih
yang bertengger dimenara masjidil haram
(Makkah, 161109 07:24pm)

Keakuan yang hilang
oleh hembusan debu angin
keegoan yang musnah
tersapu oleh air wudhu

embunpun jatuh bersujud dihadirat Ilahi...
tertunduk bertasbih mencium wangi bumi...
meridhokan sang surya menghapus hadirnya yang pernah ada...
merelakan dirinya hilang tak berbekas...
(Makkah, 161109)
someone n somebody

Permintaan hati

hanya sekejap waktu berlari
meninggalkan semua yang pernah lahir
rasa yang tak pernah terjamah
namun terasa indah
mengingatnya sejenakpun masih membuat hati berdesir lara

Tuhan jika boleh kupinta do'a
biarkan ia menari dikekosongan ruang
biarkan nama itu terpatri dibirunya hati
biarkan kudengar gaung rindu dihampanya jiwa
dan Tuhan...biarkan ia tak pernah tau...ia tak perlu tau...
cukuplah ini jadi rahasia kita berdua..
biarlah hampanya jiwa berganti rasa..
walau yang menggantinya hanya perih...
itupun telah cukup bagiku...

Makkah,151109 dedicated for someone...thank u so much

Sabtu, 18 Juli 2009

Kemana Perginya Dirimu. .

6 bulan yang lalu... kau hadir mengisi relung hati
bermain dipikiranku, menari2 dipelupuk mataku
dan perlahan kau bangun taman disudut sana
tempat rahasia dimana kita sering bersua
saling bercanda dan mengurai tawa

ketika bunga2 ditaman bermekaran dg indahnya
tiba-tiba kau tak lagi tepati janji
kau menghilang entah kemana....
tak pernah hadir lagi ditaman itu..
dan aku masih menunggu dengan mata berbinar

sepi....hampa...dan gundah...
teganyaa..kau biarkan sunyi menemaniku
biarkan sinar mataku meredup pilu
kemanakah dirimu wahai...kesayanganku
mana kau pergi kucing kecilku..
meong...puus...puus...duuh
..mana sech lo..

(telah dimuat di FB 02072009)

Minggu, 12 Juli 2009

Selamat Tidur Sayang

Sinar mata itu masih seperti dulu
Memancarkan cahaya bintang berpijar
Sorot mata yang sma terpancar pada buah hatiku
Tak redup walau lelah rasakan getirnya hidup

Senyum rembulan itu masih tersungging dibibirnya
Walau kutahu terkadang maknanya letih… terkadang bias…
Tuk tutupi semua rasa dan degup cemas didadanya
Tuk hentikan aliran air yang menetes di sudut matanya

Tanganya masih selembut kasihnya. . . .
Tangan yang membelai halus ketika amarah hendak meluah
Tangan yang hangat menggenggam ketika hatiku dingin membeku
Tangan yang mesra menyapa ketika kudiam membisu

Trimakasih cinta. . . .
Telah kau hadiahkan untukku mahluk-mahluk mungil yang indah
Telah kau berikan seluruh hidupmu untuku dan buah hatiku
Telah kau goreskan keindahan yang tak kumengerti dijiwaku

Malam ini . . .ingin kucurahkan rasa. .
Ingin kutumpahkan kerinduanku , hilangkan keegoanku
Menatapmu penuh seluruh, Menyelami indahnya jiwamu
Mengecup keningmu, menyelimutimu dan . . . “selamat tidur sayang”

Didedikasikan buat : para Suami2 dan boleh dipersembahkan untuk istri tercinta.

Sabtu, 13 Juni 2009

curahan hati. . .

malam ini. . .entah kenapa. . .hatiku tergerak untuk sekedar menggoreskan kata-kata. . .yang aku sendiri tak tau arahnya kemana. . . hanya kesedihan yang menuntunku kembali menengok dirimu yang kini berjelaga. . .karena hampir tak tersentuh lagi oleh egoku. . .aku bisa saja menyalahkan kondisi hatiku yang tengah labil, atau kata2 klasik "lagi gak mood", apapun itu. . . tapi aku memutuskan untuk tidak menyalahkan siapa2. . . bahkan diriku sendiri. . .

aku hanya ingin menunjukkan padamu diary. . . bahwa aku masih sayank kamu. . . tak sedikitpun melupakanmu. . . atau bahkan meremehkanmu. . .hanya saja ada yang tidak beres antara otak dan hatiku. . .entah mengapa aku merasa mereka gak sejalan gak seiring seirama, membuatku gundah yang aku sendiri gak ngerti. . .

setelah berapa lama mendiamkannya. . .malam ini aku ingin berbagi kesedihan bersamamu. . tanpa harus mengatakan semua ini tentang apa. . .terlalu rumit menjabarkannya. . .cukup bahwa kau tau. . . aku tak pernah melupakanmu. . .bahkan disetiap kedipan mataku. . .
hanya dengan berbagi bersamamu. . .hati ni merasa lega. . .

terimakasih telah menemaniku malam ini. . .aku menyayangimu