Selasa, 20 Januari 2009

Digosipin = Pesakitan

hari ini, seorang wanita dikantorku menangis lagi, mengadukan nasibnya kepadaku, ini untuk ketigakalinya dan masih saja karena hal yang sama "dituduh dan digosipin" mungkin terdengar seperti bukan hal yang baru bagi sahabat atau Huh! itukan dah biasa..lumrah..

tapi sungguh jika sahabat tau arti digosipin dikantorku adalah...dikucilkan, dicibir, dipandang aneh dengan pandangan yang menuduh lengkap dengan tatapan jijik dari ujung rambut ke ujung kaki tiba2 kita bagaikan orang berpenyakit Lepra yg pantas dijauhi dan dikarantinakan (ini bukan hiperbola...tapi ini nyata). kita dibuat benar2 tidak berkutik atas kesalahan kecil yg terlihat neraka dimata mereka bahkan untuk tuduhan yang tidak beralasan.

wanita yg tadinya selalu tersenyum ceria, kini tertunduk layu dihadapanku, masih sesenggukan menceritakan kalau selama dua hari ini dia telah disidang beberapa kali oleh teman2 sendiri yg notabene "Just Friend" (saudara bukan, ortu bukan teman saja terpaksa karena satu kantor), meminta kejelasan rumor tersebut bahwa ia telah berselingkuh dengan teman sekantor...Masya Allah...(ada apa dg orang2 ini, sementara diluar sana ribut membicarakan Obama yg malam ini dilantik dan resmi sebagai presiden, membicarakan Gaza menangis, ini masih sibuk ngegosip dan menguliti teman sendiri). ini kejadian yg ketiga kali sejak aku tugas disini artinya sudah ada 3 wanita yg disakiti.

aku terlempar kembali pada kenangan ketika pertama kali menginjak kantor ini (aku mutasi atas permintaan sendiri, tadinya aku bertugas di Ibukota Kaltim) aku yg dengan pembawaanku yang sok supel, selalu menebarkan senyum dan melontarkan say hello. . . ditanggapi dingin dan dipandang "aneh" oleh mereka. seperti mahluk pluto yang baru saja bertandang ke bumi. pandangan menyelidik seakan aku adalah Pengutil profesional yang akan menghabisi harta mereka, dan pandangan aneh yg dtujukan ke kostumku seakan-akan aku menyalahi aturan fashion (kalau yg ini aku akui 100 %, karena aku telah terbiasa memakai celana panjang sedang orang2 ini memakai rok span ataupun rok panjang...tak jarang aku ditakut2i bahwa pakaianku melanggar aturan dan siap2 ditegur oleh Bupati (hah hah hah!! jawabku "kalau begitu saya tunggu bupati aza bener2 menegur saya, baru saya ganti)seperti menakuti anak TK saja.

Semakin hari mereka bukannya menampakkan persahabatan, semakin hari senyumku memudar, aku mulai terpengaruh aura hitam, say heloku tak lagi terdengar, dan akhirnya aku memutuskan untuk tenggelam dalam rutinitas yang membosankan (kondisi ini hanya berlaku dikantor, karena diluar aku banyak memiliki sahabat2 sejati) .
pagi datang, apel, masuk ruangan (dan usahakan jgn pernah meninggalkan ruangan jika tidak terpaksa ataupun kebelet pipis...karena kita harus melewati ruangan yg isinya... "pssst...@#$%^%#$^&$%*") hingga jam pulang datang...ugghhk..leganyaaa...

akhirnya aku hanya bisa ngobrol dengan salah satu teman yang seruangan dan satu seksi denganku, yg prihatin karena aku tidak mau membaur (sepertinya dia melihat dg kacamata terbalik) seorang teman cowok yang peduli dengan suasana hatiku yang berubah-ubah yang terpancar lewat raut wajahku. kami dekat layaknya sahabat, tapi apa?! Busyeet!! ternyata "persahabatan" ini jadi gosip yang paling empuk.

dari hari kehari ada saja racun yang mampir ditelingaku, mulai dari "pssst....." hingga "ternyata aku seorang wanita penggoda" mulanya aku tak hiraukannya...tapi semakin lama kelakuan mereka semakin ngelunjak.

adakalanya kita boleh diam saja diperlakukan seperti "sampah", tapi adakalanya kita harus tunjukkan bahwa kita bukan penakut, kita bukan pecundang, tunjukkan bahwa kita bukan obyek, tunjukkan bahwa mereka hanyalah sebaris penggosip jalanan yang kurang kerjaan (harusnya ada pelatihan/peningkatan SDM untuk para penggosip minimal mereka bisa ngeblog biar bisa mencurahkan gosip secara kreatif). coba sadarkan mereka dari dunia yang melenakan itu, sibuk membicarakan orang lain tanpa pernah menyelami hati nurani sendiri.

Akhirnya dengan kemarahan yang hampir meledak di ubun2, dan wajah yg hampir pecah karena kecewa, kudatangi mereka satu2 dan mengatakan ini : "hai..., ada yang harus kamu tahu, bahwa sebenarnya aku ingin sekali bersahabat denganmu, tapi sepertinya kamu meragukan aku, kuharap kita masih bisa berteman, jadi jika ada yg ingin kau tanyakan tentang diriku tolong tanyakan itu kepadaku. . . bukan menanyakannya pada org yang tidak tau apa2 tentangku, aku menegurmu artinya aku peduli padamu, jika aku membiarkanmu artinya aku tak lagi ingin berkawan denganmu, kuharap kamu mengerti ini"

beberapa diantaranya terhenyak oleh keberanianku (bukannya selama ini aku dianggap takkan pernah bisa melawan karena bodyku yg tergolong mungil untuk ukuran mereka), salah satu cowok yg ikut sebagai biang gosip justru akhirnya menagis bersamaku dan meminta maaf (bukan saja karena aku menegurnya, tapi aku menantangnya untuk menunjukkan satu wajah saja dikantor ini yang pernah merasa kugoda)

hanya ada satu yang kubiarkan lolos dari teguranku. . .bukan saja karena waktu itu tiba2 saja dia libur, tapi aku pikir juga tak ada yang perlu diklarifikasi dengannya, dia adalah biangnya gosip, orang yang merasa "paling" dikantor ini. paling cantik dengan merenovasi tubuhnya sedemikian, serta memamerkan hartanya yang hasil warisan mertua kaya, aku semeskali tak tergerak untuk meghiba berteman dengannya. karena dipandang dari segimanapun aku merasa lebih beruntung dari dia . . . yang hanya dikelilingi sahabat imitasi. sedangkan aku memiliki sahabat2 yang begelimang intan berlian dihatinya. Tuhan maha adil.

sejak saat itu mereka mau menerima aku jadi teman, dan tak pernah memandangku lagi seakan-akan aku seorang pesakitan. untuk itu sang biang tidak brani menentang alam, akhirnya ikut juga berkawan denganku walaupun terpaksa, tapi tetap saja aku harus waspada untuk tidak percaya 100%, karena seperti yang sahabat tau. . . akhirnya kejadian itu terulang lagi pada newcomer bahkan org lama.
karena itu persoalan watak yang susah di ubah tidak segampang membalikkan tangan.

18 komentar:

Fitriyani mengatakan...

gyaahahahaa.....dikantor gw yg lama gw jg pernah ngalamin gitu...
ampe akhirnya gw sadar, mngkn alam gw bukan di kantor yg banyak klakuan maksiat kek gitu...gw berhak utk cari dunia lain yg isinya orang2 yg lbh bijak dr mreka..ampe akhirnya gw putusin buat pindah tempat kerja, peduli setan sama pcundang2 kek mreka...
skrng gw bisa nemuin kehidupan lain yg lbh manusiawi di luar sana, cuma kita yg bs merubah diri kita dan dunia kita...

Mentari Kasih mengatakan...

@hakakaak..tumben sista lu bs bener gitu omongannya..wahh jgn2 lu demam lagi...iya sih..gw bertahan..dan punya cita2 bisa mempengaruhi mereka ke situasi yg lebih baik, bukan gw yg akhirnya terpengaruh oleh mereka.

Ode mengatakan...

mmmm... seperti nya persoalan klasik di sebuah instansi (maaf ...) dan itu bagian kecil kisah nyata suatu kehidupan sosial yg salah? orang suka lupa kesalahan diri nya sendiri dan suka menyalahkan orang lain...GOSSIP ini seperti biang penyakit sosial....semoga kita terhindar dari ini semua...Salut buat tari...sukses ya...

Mentari Kasih mengatakan...

@ode: makasih..klasik ya? wedew..gw baru nemu yg seklasik ini...maklum gw terbiasa dilingkungan positif thinking..hakakaka...(atau hanya gw yg merasa ya) iya..gw lbh suka ngomongin diri sendiri di blog daripada ngomongin org lain di dunia nyata hakakakak :-P makasih ya bang ode..

Ode mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
cie_cie mengatakan...

klo di tempat gw digosipin sama aja dengan jadi selebritis..hehe

abang mengatakan...

Baru sempat menjenguk mentari malam2 gini2 ...makasih dah berkunjung ke blog saya

Yach itulah kehidupan, baik di kantor maupun di luar kantor, kita semua pasti atau pernah mengalami hal yang sama ...

Kehidupan meghadiahkan kesabaran melalui musuh atau orang yang mendzalimi kita. Dan kesabaran itu adalah akar semua kebahagiaan.

Sedangkan kebahagiaan itu bisa dibeli, bukan dengan uang atau harta, melainkan dengan sikap rendah hati ...

Salam

Anonim mengatakan...

heheehehehee.....
wah jadi mentari sering jadi obyek gosip ya...? waduh enak dunk, jadi terkenal.... kayak Dewi Persik.
hehehehehehehe....

sulthon mengatakan...

heheehehehee.....
wah jadi mentari sering jadi obyek gosip ya...? waduh enak dunk, jadi terkenal.... kayak Dewi Persik.
hehehehehehehe....

sulthon mengatakan...

sebenarnya apa seh dasar mereka nge-gosipin kamu. pasti adalah,,,? (mari instropeksi diri).
di dunia tahu gak kalau ada hukum pidana dan hukum perdata. tapi kalo di lingkungan kerjamu itu berlaku hukum rimba... siapa yang kuat dia menang. tapi caranya jangan pakai otot, tapi pakai otak.
satu hal dalam kamus orang bijak, ketika kamu tersakiti balaslah dengan kasih sayang, maka mereka akan mersakan balasan yang lebih menyakitkan daripada sekedar membalas dengan amarah.
kalaupun itu tidak berhasil, percayalah Tuhan akan menjanjikan kebaikan kepada orang yang baik. pasti.

heheheheehhe
kalo ada yang macam2 lagi hubungi aku aja ya...
biar aku cinta aja... dengan ciuman kasih sayang ku...
heheheheehe....

Mentari Kasih mengatakan...

@cie2: whaaaaaaa...berarti masa kejayaanku dah mulai memudar ya cie..?? hiks...
@abang : mantaaph..bang..seandainya..dunia ini dipenuhi manusia yg positif thinking, dunia pasti dame ya bang..?! tapi gak seru donk ya bang? hehe
@shulton : lu org ketiga yg bilang gw kayak dewi persik..dasaar!! mbok kayak anggun c sasmi kek, hehehe...iya..deh ntr klo ada yg nakal lagi, gw laporin ke pihak yg berwajib :-P (deee..klo lagi ngomonk seriuz gitu..pala pitak lu jd cakep jg hakakaka)

Johan mengatakan...

Untung aja di kantor saya ndak ada yg kayak gitu. Saya malah ndak bisa mbayangkan ada orang2 yg punya tingkah laku seperti itu. Ternyata ada juga ya.

Harry Seenthings mengatakan...

yah,.....kalo seperti itu, aku juga pernah mengalami malahan sampai setahun kok mba,tapi diemin aja, tapi jangan sampai kita diremehkan aja, harga diri harus di jaga. lam kenal yah mba....boleh dong tukeran link.

Paijo_Makin_CKP_BGT mengatakan...

yahhhh, cape bacanya tar, blm kelar bacanya neh, da versi yg singkat ga...? ceritanya kayak novel Fredy S.

Mentari Kasih mengatakan...

yaah..dasaar si paijo..klo gak baca Fredy..pasti moloor...paraah....

mas bejo mengatakan...

weh... weh... weh....
Dewi Persik Berau nih...

SaNg PeMuJa mengatakan...

Enak nga klu digosipin menikah...
kayaknya seru tuhh....
wkwkwkwkkw

Mentari mengatakan...

@ Mas Bejo : huhuhu...dasaaar aseeemm...
iya deh...makasih...hiks...

@Sang Pmuja: uhmm...menikah yaa..?mmmm..
seruu...? apa Saruu...?
mauu...hakakakka